selamat memperingati hari pahlawan



Selamat datang di blog saya dalam kumpulan puisi "Mengenang Waktu dalam Sajak". Semoga-puisi-puisinya dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Sebelum mengenal lebih dalam tentang puisi, alangkah baiknya bila kita mengetahui terlebih dahulu pengertian puisi.

Puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait;  gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus (KBBI)

Puisi juga bisa berarti mengungkapkan isi pikiran, perasaan dan imajinasi kita dalam bentuk kata sehingga tecipta kalimat yang sarat akan makna di dalamnya. 

Yuk kita baca contoh puisi di bawah



WAKTU
Karya: Nurul Hidayah Abu Haerah

Waktu terus berjalan
Tanpa peduli pada manusia
Takkan pernah berhenti
Menunggu orang – orang yang malas
Takkan pernah berhenti
Menunggu orang – orang yang lambat
Takkan kembali terulang
Untuk orang – orang yang menyesal
Waktu akan terus berjalan
Tanpa menghiraukan manusia

Puisi di atas menyampaikan tentang waktu. mengingatkan kepada kita bahwa jangan sampai menyia-nyiakan waktu atau kesempatan yang ada. gunakan waktu sebaik-baiknya. waktu akan terus berjalan tanpa peduli pada manusia. Namun tak ada kata terlambat untuk belajar dan berbenah diri mulai dari sekarang.  

masih banyak lagi puisi-puisi yang saya milki. bagi teman-teman yang punya bakat menulis jangan dipendam, sebagai insan yang dikaruniai sebuah keahlian sebaiknya dekembangkan. sebuah pepatah yang mengatakan :kepintaran seseorang tidak diukur dari satu sisi saja. orang yang pintar adalah orang yang mampu menggali dan mengembangkan potensiyang ia milki".siapa tahu dengan hasil karya tulisan kita terdapat di dalamnya motivasi yang dapat menggugah hati para pembaca, memberikan perubahan dan perkembangan dalam kehidupan kita lewat ide-ide yang kita salurkan lewat puisi atau tulisan kita. 

Berikut puisi-puisi yang saya miliki

PERPUS Pusat Kampus Biru

Mengapa kalian menunggu sambil menggerutu
Hanya karena pintuku belum terbuka?
Menunggu beberapa jam itu belum seberapa
Sedang diriku menanti kalian mengunjungiku 
Membuka pintu itu bertahun-tahun
Jika buka karena dosen-dosen
Menyuruhmu mencari buku 
Kamu tak akan berkunjung ke tempatku
Menoleh sejenak kemudian kalian berlalu
Tempatku sepi hening
Dapat kuhitung jari mereka yang duduk
Membaca buku-buku sambil diskusi
Aku hanya sebatas ikon
Tempat kalian berteduh dikala hujan
Menanti teman-teman kalian
Duduk di teras depan pintuku 
Masuklah di dalam ada kursi yang kosong
Dan masi terlihat baru
Tumpukan buku-buku itu kusam tersentuh rayap
Sedangkan aku harap bukubuku itu basah 
Karena kringat kalian saat membaca
Hampir saja toga itu terpasang dan title kau sandang
Sampai kakimu melangkah keluar
Meninggalkan masa empat tahun berlalalu....
Dan kamu belum akrab denganku     

Puisi di atas menjelaskan keadaan perpustakaan yang jarang dikunjungi oleh para mahasiswa. Dimana seorang mahasiswa menyandang gelar seorang intelektual. Bila ingin dikaji seorang intelektual harus barwawasan luas, rajin membaca buku-buku ilmu pengetahuan serta mengadakan kegiatan-kegiatan bermanfaat yang dapat mendekatkan mereka dengan lingkungannya. seorang mahasiswa harus menjadikan dirinya contoh tauladan bagi masyarakat.   
 




















Komentar

Posting Komentar